Rektor

  • Rektor menjadi pemimpin tertinggi dalam sebuah perguruan tinggi
  • Dalam pemilihannya, rektor bisa dipilih dalam beberapa cara atau jenis

Dalam sebuah perguruan tinggi, kita pastinya sering mendengar kata “rektor“.

Dalam singkatnya, kita mengungkapkan jika rektor merupakan jabatan atau sosok tertinggi dalam sebuah perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut sebenarnya tidak salah, malah benar. Namun, itu merupakan dalam artian singkat.

Setiap perguruan tinggi, tentunya memiliki rektor masing-masing, guna membawa ke mana perguruan tinggi tersebut akan diarahkan.

Setelah membahas panjang lebar tentang rektor, berikut ini apa pengertian rektor yang sesungguhnya.

Pengertian Rektor

Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA
Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (Rektor ITB ke-14), via tvOMG (YouTube)

Menurut KBBI, rektor adalah ketua perguruan tinggi.

Sedangkan dalam artian lengkapnya, rektor merupakan pemimpin perguruan tinggi yang menjalankan fungsi dan tata kelola perguruan tinggi keseluruhan.

Perguruan tinggi yang dimaksudkan tersebut, bisa berarti :

  • Akademi
  • Institut
  • Politeknik
  • Sekolah Tinggi
  • Universitas

Akan tetapi, pada umumnya, istilah rektor ini biasa digunakan dalam lingkup institut dan universitas.

Kantor seorang rektor dinamakan dengan rektorat.

Dalam pengabdian atau tugasnya, rektor memiliki tugas secara umum :

  • Menjalankan fungsi pengelolaan perguruan tinggi secara menyeluruh
  • Melaksanakan penyelenggaraan pendidikan
  • Melakukan penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat
  • Membina segenap civitas akademika
  • Membina hubungan dengan alumni, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Tinggi, masa jabatan rektor dan pembantu rektor adalah 4 tahun.

Rektor dan pembantu rektor bisa diangkat lagi dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan secara berturut-turut.

Pemilihan Rektor

Dalam beberapa perguruan tinggi di Indonesia, pemilihan rektor bisa dilakukan dengan cara yang ditempuh masing-masing perguruan tinggi.

Berikut ini jenis dalam pemilihan rektor :

  1. Pemilihan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Pemilihan ini merupakan penunjukan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia selaku kepala negara, atas rekomendasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sistem ini dilaksanakan pada saat masa orde baru dengan tujuan kampus agar bisa “dibina” atau “dibimbing” untuk mengikuti maksud pemerintah.
  2. Pemilihan oleh Senat Perguruan Tinggi. Pemilihan ini dilakukan oleh Senat Perguruan Tinggi secara musyawarah dan voting, dengan memilih kandidat rektor. Para kandidat merupakan dosen yang berhasil memenuhi syarat atau kualifikasi tertentu.
  3. Pemilihan oleh Senat dan Mahasiswa. Pemilihan ini tidak hanya dari senat saja, melainkan mengikutsertakan mahasiswa untuk menentukan siapa pimpinan lembaga.

Akan tetapi, pemilihan yang melibatkan mahasiswa tersebut, sempat timbul kontroversi.

Banyak timbul pro dan kontra dalam pemilihan tersebut, karena mahasiswa dianggap belum memiliki kapasitas yang cukup untuk ikut andil dalam pemilihan calon rektor perguruan tinggi.

Rektor Bersejarah

Berikut ini beberapa rektor yang bersejarah, di mana gagasannya berhasil diterapkan dalam kehidupan akademik pendidikan tinggi pada masa sekarang.

  1. Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, S.H., M.L. (Rektor Emeritus Universitas Gadjah Mada ke-8), sosok pencetus Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mengabdikan ilmu akademik selama di perguruan tinggi dan menerapkannya secara langsung kepada masyarakat.
  2. Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA (Rektor Emeritus Universitas Gadjah Mada ke-12), sosok pencetus sistem Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan Badan Hukum Pendidikan (BHP).
  3. Prof. Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D. (Rektor Universitas Kristen Satya Wacana ke-3), sosok pencetus dan penggagas sekaligus mantan sekretaris Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT), pencetus dan aktor intelektual Sistem Kredit Semester (SKS).

Kamu mahasiswa? Kenali istilah-istilah di dalam dunia perkuliahan, biar nggak bingung!

Kesimpulan

Apa itu rektor?

Rektor adalah pemimpin perguruan tinggi yang menjalankan fungsi dan tata kelola perguruan tinggi keseluruhan.

Berapa lama masa jabatan rektor?

Masa jabatan rektor dan pembantu rektor adalah 4 tahun.

Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. IPU
Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU (Rektor UGM ke-16), via ristekdikti.go.id

Bisa disimpulkan, rektor merupakan seorang pemimpin tertinggi yang mengetuai sebuah perguruan tinggi.

Yang paling penting, rektor harus memberikan contoh kedekatan yang baik, entah itu dalam lingkup internal civitas akademika, ataupun lingkup eksternal bersama dengan masyarakat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *