Fungsi ABS (Anti-lock Braking System)

Dengan semakin banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya, keselamatan menjadi salah satu faktor yang paling penting.

Masalahnya, jika berkendara secara tidak hati-hati, bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, yakni kecelakaan.

Untuk mengatasi hal tersebut, produsen kendaraan mencoba memberikan suatu terobosan terbaru dalam meminimalisir angka kecelakaan yang tiap tahunnya meningkat.

Diciptakanlah pengereman ABS (Anti-lock Braking System).

ABS (Anti-lock Braking System) merupakan sistem pengereman pada kendaraan yang menghindari terjadinya penguncian roda saat dilakukan pengereman secara mendadak atau tiba-tiba.

Melihat hal tersebut, tentu ABS sangat berguna. Akan tetapi, sebenarnya apa saja fungsi ABS secara lebih spesifik pada suatu kendaraan?

Baca juga :
Pengertian ABS (Anti-lock Braking System)

Fungsi ABS (Anti-lock Braking System)

Anti-lock Braking System
Anti-lock Braking System, via bosch-presse.de

Mengingat teknologi canggih pada ABS ini, maka ABS bisa digunakan di pabrikan kendaraan di era modern seperti sekarang ini.

Sementara itu, teknologi yang kian berkembang juga bisa membantu meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Apalagi, jika kecelakaan yang berawal dari human error. Memang setiap orang tidak bisa selalu awas terhadap kondisi di sekitar.

Maka dari itu, diciptakanlah suatu terobosan baru. Berikut ini beberapa fungsi ABS yang sangat penting bagi para pengguna atau pengendara.

1. Menghindari Penguncian Roda saat Pengereman Mendadak

Biasanya, pada kendaraan non-ABS, sangat mungkin terjadi penguncian roda, apabila dilakukan pengereman secara mendadak.

Apabila roda terkunci, maka pengendara akan kebingungan untuk mengendalikan stir kendaraan mereka. Mau tidak mau, kendaraan tergelincir dan sulit untuk ‘digiring‘.

Maka dari itu, muncul teknologi pengereman ABS ini untuk meminimalisir terjadinya penguncian roda saat dilakukan pengereman secara mendadak.

Dengan minimalisir penguncian roda saat pengereman mendadak, maka roda masih tetap bisa melaju dan pengendara masih bisa mengendalikan kendaraannya dengan baik.

Walaupun tidak terlihat begitu efektif, namun setidaknya penggunaan rem ABS ini bisa meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan.

Hal ini bisa dikatakan sangat efektif. Mengingat, para pengendara juga mengalami hal yang mengejutkan terhadap kendaraan mereka yang sudah mendukung teknologi ABS tersebut.

2. Membuat Kendaraan Lebih Stabil saat Pengereman Mendadak

Selain bisa mengantisipasi terjadinya penguncian roda pada kendaraan, sistem atau teknologi ABS juga bisa membuat kendaraan lebih stabil.

Nyatanya, hal ini berkaitan dengan poin pertama.

Apabila menggunakan sistem ABS, saat pengereman mendadak, kendaraan masih bisa dikendalikan. Dengan masih bisa dikendalikan inilah yang membuat kendaraan tersebut jauh lebih stabil.

Stabil di sini maksudnya pengemudi masih memegang kendali penuh terhadap kendaraannya.

Hal ini tentu akan terlihat dan terasa begitu nyata, sewaktu fungsi ABS digunakan pada jalanan atau medan yang licin dan penuh dengan tikungan.

Kendaraan dengan Teknologi ABS Lebih Mahal

Anti-lock Braking System
Anti-lock Braking System, via autobahn-performance.com

Mengingat faktor keselamatan yang begitu penting dan teknologi yang bukan abal-abal, membuat produsen menjadi memutar otak.

Masalahnya, kendaraan yang disisipkan dengan fitur ABS dibanderol jauh lebih mahal dibandingkan dengan kendaraan non-ABS.

Inilah kebingungan para pabrikan kendaraan, agar sebisa mungkin mengedukasi calon pembeli jika fitur ABS itu sangat penting digunakan pada saat berkendara.

Berikut ini rincian kisaran harga kendaraan yang menggunakan teknologi ABS :

  • ABS pada motordibanderol dengan tambahan harga hingga Rp 7 juta daripada yang non-ABS
  • ABS pada mobil dibanderol dengan tambahan harga hingga Rp 30 juta daripada yang non-ABS

Akan tetapi, masyarakat Indonesia kurang kesadaran akan faktor keselamatan, ditambah dengan kendaraan yang menggunakan ABS lebih mahal.

Maka dari itu, masih belum banyak masyarakat yang memilih kendaraan ABS. Mereka cenderung lebih memilih kendaraan non-ABS.

Baca juga :
Cara Kerja ABS (Anti-lock Braking System)

Semakin Banyak Kendaraan, Semakin Tinggi Angka Kecelakaan

Kecelakaan
Kecelakaan

Berdasarkan dari data BPS per tahun 2017, menunjukkan adanya kenaikan signifikan kendaraan dari tahun ke tahun.

Dahulu, pada tahun 1950, kendaraan hanya sekitar puluhan ribu kendaraan saja, di tahun 2017, sudah mencapai hingga ratusan juta kendaraan. Sebuah peningkatan besar!

Apakah itu suatu pencapaian atau justru kewaspadaan?

Statistik Jumlah Kendaraan di Indonesia 2015-2017

Jenis Kendaraan201520162017
Mobil penumpang13.480.973 unit14.580.666 unit15.493.068 unit
Mobil bus2.420.917 unit2.486.898 unit2.509.258 unit
Mobil barang6.611.028 unit7.063.433 unit7.523.550 unit
Sepeda motor98.881.267 unit105.150.082 unit113.030.793 unit

Terlihat berdasarkan dari data di atas, setiap tahun, jumlah kendaraan selalu meningkat, dan ini memicu kemacetan, bahkan resiko yang lebih berbahaya lagi, yakni kecelakaan.

Yang sangat miris, peningkatan mobil setiap tahunnya mencapai 1 juta unit. Sedangkan sepeda motor, peningkatan setiap tahunnya hampir mencapai 10 juta unit.

Jadi, bagaimana, akankah Anda memilih ABS atau non-ABS demi keselamatan berkendara?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *