Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-1

Bunyi Pancasila sila ke-1, “Ketuhanan Yang Maha Esa“.

Dalam Pancasila sila pertama tersebut menjelaskan pentingnya manusia memiliki kedekatan hubungan terhadap Sang Pencipta.

Kedekatan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, bisa dilakukan dalam berbagai macam bentuk, salah satunya adalah rajin beribadah.

Di dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa dengan berbuat baik kepada semua orang.

Pada intinya, bunyi sila ke-1 ini merupakan hubungan antara makhluk dengan Sang Pencipta, yang harus didahulukan dari apapun.

Berikut ini beberapa pengamalan contoh sikap nilai Pancasila sila ke-1, atau wujud perilaku yang dilakukan.

BabNoDaftar Isi
1Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-1
1.Beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.Menjalankan Segala Perintah-Nya dan Menjauhi Segala Larangan-Nya
3.Tidak Memaksakan Kehendak Agama bagi Orang Lain
4.Toleransi Antar Umat Beragama
5.Berusaha Menjadi Anak yang Soleh atau Solehah
6.Berupaya Beribadah dengan Sebaik Mungkin
7.Senantiasa Mendalami Ilmu Agama
8.Berdoa saat akan Memulai Sesuatu
9.Mengikuti Mata Pelajaran Agama dengan Sungguh-sungguh
10.Hidup dengan Rukun dan Berdampingan Antar Umat Beragama
2Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-2

Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-1

Sikap Pancasila sila ke-1
Contoh sikap Pancasila sila ke-1

Pancasila sila ke-1 berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa“.

1. Beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Beriman
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, via idntimes.com

Apa itu iman?

Iman menurut bahasa berarti percaya.

Sementara itu, iman menurut istilah adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan (tindakan).

Dengan begitu, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa ialah membenarkan dengan hati bahwa Tuhan itu benar-benar ada dengan segala keagungan dan kesempurnaan-Nya, yang selanjutnya pengakuan tersebut diucapkan secara lisan, dan dibuktikan melalui amal perbuatan.

Seperti yang kita lihat, Indonesia memiliki banyak agama, meliputi :

  • Agama Islam
  • Agama Kristen Protestan
  • Agama Kristen Katolik
  • Agama Hindu
  • Agama Buddha
  • Agama Konghucu
  • Agama yang lainnya

Masing-masing agama memiliki kepercayaan akan Tuhannya masing-masing. Tidak mengapa, karena Indonesia adalah negara demokrasi.

Beriman kepada Tuhan menjadi kebutuhan yang begitu mendasar untuk seseorang. Karena, setiap orang pasti diperintahkan oleh agamanya untuk beriman kepada Sang Pencipta.

2. Menjalankan Segala Perintah-Nya dan Menjauhi Segala Larangan-Nya

Berbuat baik
Berbuat baik terhadap sesama, via imagenesmi.com

Dalam hidup di masyarakat, tidak ada manusia yang suci dan sempurna.

Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Walaupun demikian, manusia dianugerahi oleh akal pikiran, sehingga manusia bisa membedakan dan memilih mana yang baik atau yang buruk.

Dengan akal pikiran tersebut, diharapkan setiap individu bisa memilih untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Inilah yang membedakan antara manusia dengan hewan, di mana manusia diberikan akal pikiran.

Maka dari itu, setiap orang yang hidup di dunia, haruslah berbuat baik (terpuji) dan menghindari perbuatan buruk (tercela).

Contoh perbuatan baik :

  • Bersedekah
  • Bertutur dengan sopan
  • Menghormati guru, orang tua, dan yang lebih dewasa
  • Murah senyum
  • Tolong-menolong
  • dan lain sebagainya

Sementara itu, jangan lakukan perbuatan buruk (tercela), karena akan mendapatkan dosa.

Contoh perbuatan buruk :

  • Berkata kotor
  • Iri dan dengki
  • Saling menghujat satu sama lain
  • Selalu memusuhi yang berbeda pendapat/pikiran
  • Tidak memiliki adab terhadap orang tua
  • dan lain sebagainya

3. Tidak Memaksakan Kehendak Agama bagi Orang Lain

Kebersamaan umat beragama
Kebersamaan antar umat beragama, via rri.co.id

Setiap orang yang lahir di dunia ini, pasti tidak bisa memilih agama mana yang dianutnya.

Biasanya, mereka akan mengikuti agama sesuai dengan agama orang tuanya.

Jadi, kita tidak boleh memaksakan kehendak orang lain untuk mengikuti dan masuk ke agama kita.

Biarkan mereka mengikuti agama mereka sendiri, karena kita adalah negara yang demokrasi, negara penuh kebebasan berekspresi.

Justru, dengan perbedaan akan agama tersebut, bisa memunculkan keharmonisan bertetangga, yang selanjutnya bisa memunculkan toleransi antar umat beragama.

4. Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi umat beragama
Toleransi antar umat beragama, via projgirlspire.com

Apa itu toleransi?

Toleransi merupakan suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar-individu ataupun antar-kelompok di dalam suatu lingkup atau masyarakat.

Dengan melakukan toleransi ini, bisa menghindari terjadinya berbagai macam diskriminasi (perbuatan tidak adil terhadap individu/kelompok tertentu).

Seperti yang kita ketahui, setiap agama pasti membawa pesan kebaikan dan perdamaian, sehingga setiap manusia yang hidup di dunia bisa hidup bergandengan tangan secara bersama-sama.

Tidak ada agama yang mengajarkan untuk memusuhi atau memusnahkan agama lain.

Beberapa contoh toleransi antar umat beragama, antara lain :

  • Menghormati umat agama lain dalam merayakan hari besarnya
  • Tidak mencela atau menghina agama lain
  • Tidak melarang atau mengganggu umat agama lain dalam beribadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya
  • dan lain sebagainya

5. Berusaha Menjadi Anak yang Soleh atau Solehah

Orang yang soleh
Orang yang soleh, via atmosferku.com

Apa itu soleh atau solehah?

Anak atau orang yang soleh atau solehah berarti adalah seseorang tersebut terhindar dari kerusakan atau hal-hal yang bersifat buruk.

Jadi, maksud dari soleh atau solehah ini adalah perilaku dan kepribadiannya, yang mencakup perkataan, sikap, perbuatan, bahkan pikiran dan perasannya baik terhadap orang lain.

Tidak hanya itu saja, orang-orang yang soleh atau solehah senantiasa memberikan manfaat untuk lingkungan yang ada di sekitarnya.

Biasanya, orang yang soleh atau solehah ini adalah sosok harapan dan teladan untuk orang-orang yang ada di sekitarnya.

6. Berupaya Beribadah dengan Sebaik Mungkin

Beribadah
Beribadah dengan semaksimal mungkin, via washingtonpost.com

Dalam menjalankan kewajiban beragama, semua penganutnya pasti dituntut untuk beribadah.

Tidak hanya dituntut untuk beribadah saja, melainkan rajin beribadah dan melakukannya tepat waktu.

Dalam melaksanakan ibadah, setiap orang diharuskan melakukannya dengan khusyu’.

Mengapa demikian?

Karena ibadah yang khusyu’ tersebut, mampu memberikan manfaat, berupa rasa ketenangan, bahkan energi positif di dalam diri kita.

Ingat, saat ibadah merupakan gerakan spiritual yang mana manusia tengah berinteraksi kepada Sang Pencipta.

Jadi, jangan melakukan ibadah secara sembarangan.

7. Senantiasa Mendalami Ilmu Agama

Mendalami ilmu agama
Membaca Al Quran, via learning-quran.com

Setiap ajaran agama, pasti memiliki berbagai macam manfaat dan ilmu yang ada di dalamnya.

Setiap agama, baik itu Buddha, Hindu, Konghucu, Kristen, dan Islam, memiliki kitabnya masing-masing.

Dengan kitab tersebut, diharapkan penganutnya mau belajar lebih dalam tentang agamanya, jadi tak serta-merta belajar soal dunia saja.

Bahkan, sebenarnya di dalam kitab juga banyak pelajaran tentang dunia dan kehidupan setelah di dunia.

Orang-orang yang senantiasa belajar dari kitab yang dianut oleh agama masing-masing, niscaya akan diberikan kemudahan di dunia dan di akhirat nantinya.

8. Berdoa saat akan Memulai Sesuatu

Berdoa
Berdoa sebelum memulai sesuatu, via crosswalk.com

Apa itu doa?

Doa merupakan suatu bentuk wujud mulia hamba-Nya untuk meminta pertolongan, petunjuk, dan lain sebagainya kepada Sang Pencipta.

Tentu ada berbagai macam contoh doa di dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari :

  • Doa bepergian
  • Doa sebelum makan
  • Doa sebelum masuk kamar mandi
  • Doa sebelum tidur
  • dan lain sebagainya

Sebenarnya, apa tujuan dari doa itu sendiri?

Doa adalah tujuan mulia seorang hamba untuk memohon ampun dan pertolongan, agar apa yang nantinya dikerjakan terhindar dari godaan setan.

Seperti yang kita ketahui, setan ada di mana-mana, dan banyak di sekeliling kita.

Jadi, kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, di mana memaknai Pancasila sila ke-1, senantiasa berdoa, agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk.

9. Mengikuti Mata Pelajaran Agama dengan Sungguh-sungguh

Belajar
Belajar ilmu agama, via youworkforthem.com

Mata pelajaran agama di Indonesia layaknya menjadi makanan sehari-hari.

Karena pada faktanya, pelajaran agama di Indonesia sudah ‘dijejali‘ kepada para pelajar, semenjak bangku sekolah hingga perguruan tinggi.

Bahkan, pelajaran agama juga seharusnya ditambah jam pelajarannya, sehingga pelajar tidak hanya terfokus pada mata pelajaran duniawinya saja.

Dengan membuat mata pelajaran agama di sektor pendidikan ini juga bisa membantu pemerintah, dalam menciptakan pelajar yang berakhlak dan berkualitas.

Jadi, tidak hanya ahli soal dunianya saja, melainkan mereka juga paham dan berusaha untuk mempersiapkan bekal nantinya di kehidupan setelah dunia.

10. Hidup dengan Rukun dan Berdampingan Antar Umat Beragama

Hidup rukun
Masyarakat hidup dengan rukun, via radarbangka.co.id

Contoh sikap nilai Pancasila sila ke-1 ini sebenarnya hampir mirip dengan toleransi antar umat beragama.

Akan tetapi, ini jauh lebih spesifik, menyangkut hubungan masyarakat dan bertetangga dengan lingkungan sekitar.

Dalam menciptakan hubungan kekeluargaan dan bermasyarakat yang harmonis, masyarakat tentu harus mengikuti ajaran agamanya.

Seperti yang kita tahu, setiap agama mengajarkan kebaikan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Hidup dengan rukun tidak hanya mengenai menghormati tetangga saja, melainkan juga saling membantu apabila tetangga memiliki masalah atau kesulitan.

Jalin hubungan kebersamaan, jangan malah selalu mengurung diri di dalam rumah setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *