Cara Kerja ABS (Anti-lock Braking System)

ABS merupakan singkatan atau kependekan dari Anti-lock Braking System.

Dengan menggunakan fitur atau teknologi ABS pada kendaraan, bisa meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Teknologi ini sekarang kian penting, mengingat jalanan atau medan yang kian licin dan faktor human error yang kian meningkat.

Dalam penerapannya, teknologi ABS ini akan sangat terasa saat pengemudi berkendara di medan yang licin.

Saat dilakukan pengereman mendadak, biasanya teknologi non-ABS akan mengunci roda, sehingga pengemudi hilang kendali, dan memperbesar resiko kemungkinan tergelincir.

Sementara itu, dengan menggunakan teknologi ABS, roda kendaraan tidak terkunci, sehingga pengemudi masih bisa mengendalikan laju kendaraan, dan bisa meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan.

Mengenai hal tersebut, sebenarnya bagaimana cara kerja ABS (Anti-lock Braking System) pada mobil dan motor?

Baca juga :
Pengertian ABS (Anti-lock Braking System)

Cara Kerja ABS (Anti-lock Braking System)

Anti-lock Braking System
Anti-lock Braking System, via bosch-mobility-solutions.com

Cara Kerja ABS pada Mobil

ABS pada mobil
ABS pada mobil, via scienceabc.com

Sensor kecepatan akan membaca kecepatan mobil yang sedang dikendarai oleh pengemudi. Data kecepatan tersebut nantinya akan dikirim ke kontroler.

Mobil berhenti secara normal pada kecepatan 100 km/jam, biasanya membutuhkan waktu kurang lebih5 detik agar bisa berhenti dengan normal.

Tentunya, saat pengemudi melakukan pengereman secara normal, tak akan muncul masalah roda yang terkunci.

Berbeda cerita apabila kendaraan yang dikemudikan dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba mengerem mendadak karena ada sesuatu, maka roda kendaraan sangat mungkin untuk terkunci.

Perlu Anda ketahui, waktu yang dibutuhkan agar roda terkunci kurang lebih selama 1 detiksaja. Jadi, waktunya begitu cepat dan singkat.

Karena kontroler tersebut telah diprogram sebagaimana mestinya sesuai dengan kebutuhan, untuk bisa menghentikan kendaraan dengan maksimal, roda yang terkunci saat melakukan pengereman mendadak tidak boleh terjadi.

Sebelum roda terkunci, kontroler mencoba memperoleh data dari sensor kecepatan dan memerintahkan katup untuk menghalangi terjadinya tekanan, dengan cara mengambil katup posisi 2 atau katup posisi 3. Hal tersebut sesuai perintah dari kontroler.

Setelah putaran roda berhasil terdeteksi dengan baik oleh sensor kecepatan, kontroler memerintahkan katup dalam mengambil posisi 1, yang membuat tekanan minyak rem kembali dan diteruskan ke rem.

Cara kerja rem ABS ini terjadi dengan sangat cepat.

Rata-rata, sistem ABS yang diterapkan pada kendaraan bermobil saat ini bisa melakukan sebanyak 15 kali proses hanya dalam 1 detik.

Cara Kerja ABS pada Motor

ABS pada motor
ABS pada motor, via autoevolution.com

Sementara itu, teknologi ABS pada sepeda motor diklaim bisa meredam kecelakaan hingga 27%.

Fitur ABS yang ada pada sepeda motor berfungsi ketika pengendara melakukan pengereman secara mendadak dan di medan atau jalanan yang licin.

Dengan menggunakan teknologi tersebut, maka pengereman tetap berjalan dengan optimal, ban tidak selip, dan tetap bisa dikendalikan dengan baik oleh pengendara.

Saat sepeda motor berjalan, speed sensor yang ada pada motor akan membaca kecepatan, baik itu roda bagian depan ataupun roda bagian belakang.

Jika terdapat kecepatan yang tidak sama, maka akan diinformasikan ke ECU. Dari ECU, nantinya dibawa ke modulator.

ECU inilah yang nantinya bisa menghidupkan solenoid.

Tekanan fluida yang terdapat di kaliper dikurangi, dipertahankan, dan naik kembali.

Karena, apabila terdapat salah satu roda bagian depan atau roda bagian belakang memiliki kecepatan yang berbeda, maka memungkinkan terjadinya selip.

Jadi, ECU di sini bertugas untuk menyesuaikan kendaraan agar terjadi pengereman.

Sementara itu, ABS sendiri membantu agar roda tidak terkunci saat dilakukan pengereman.

Saat menekan tuas rem, otomatis tekanan fluida ke kaliper tersebut kuat, karena putaran roda masih begitu kencang.

Saat putaran roda sama, maka tekanan fluida tersebut dipertahankan, hingga sepeda motor benar-benar berhenti dengan baik.

Banyak sekarang motor kecil yang memiliki performa kecepatan kencang, bahkan hingga kecepatannya menyentuh angka 100km/jam, atau bahkan lebih. Nah, disaat melakukan pengereman, motor tersebut selip.

Jadi, dengan teknologi ABS, bisa menjaga agar pengereman yang dilakukan bisa berjalan dengan optimal dan tidak menyebabkan roda menjadi terkunci.

Baca juga :
Fungsi ABS (Anti-lock Braking System)

Apa Perbedaan ABS pada Mobil dan Motor?

Anti-lock Braking System
Anti-lock Braking System, via scienceabc.com

Sesuai dengan prinsip dasar ABS, teknologi ini pada umumnya mencegah terjadi penguncian roda saat dilakukan pengereman mendadak oleh pengemudi.

Pada dasarnya, teknologi yang diterapkan di semua jenis kendaraan, sama, dan tidak ada bedanya.

Sebagian besar sepeda motor mempunyai kontrol rem depan dan rem belakang yang terpisah. Kontrol inilah yang membantu menyeimbangkan kekuatan pengereman, sehingga pengereman berjalan dengan optimal.

Sementara itu, pada mobil, ABS ini berfungsi agar mobil tidak tergelincir dan hilang kendali saat dilakukan pengereman mendadak.

Maka, disimpulkan jika teknologi ini sebenarnya sama cara kerjanya, dan bisa meminimalisir resiko kecelakaan di jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *