Antri atau Antre?

Kata baku antri atau antre? Manakah penulisan yang benar, sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)?

Sementara itu, bagaimana penulisan yang baik dan benar tersebut? Apakah antri atau antre?

Daripada harus bingung, mari kita cari tahu jawabannya secara lebih lanjut tentang “antri atau antre“, berdasar dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dengan disertai contoh penjelasannya.

Maka dari itu, nantinya kita takkan lagi salah kaprah dalam mengeja atau menuliskannya kembali di lain waktu.

Antri atau Antre?

Antri atau Antre?
Antri atau Antre?

Menurut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata baku yang tepat adalah antre, bukan antri.

Selama ini, mungkin kita sering salah untuk mengucapkan atau menuliskan kata tersebut. Padahal yang seharusnya antre, malah kita menulisnya dengan antri.

Pengertian Antre Menurut KBBI

Antre menurut KBBI adalah berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran (membeli karcis, mengambil ransum, membeli bensin, dan sebagainya).

  • Mengantre adalah berdiri dalam deretan memanjang sambil menunggu giliran untuk dilayani mengambil (membeli dan sebagainya) sesuatu.
  • Antrean adalah deretan orang, barang olahan, atau unit yang sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dan sebagainya.
  • Pengantre adalah orang yang mengantre.
  • Pengantrean adalah proses, cara, perbuatan mengantre.

Pengertian Antre secara Umum

Antre merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh manusia, atau bahkan barang, untuk menunggu giliran dalam pelayanan, pembelian, dan lain sebagainya.

Antre pada hakikatnya adalah objek yang berderet memanjang, sehingga terkesan rapi, dan seperti sedang baris-berbaris.

Banyak contoh antre, seperti :

  • Antre beli bensin
  • Antre beli karcis/tiket
  • Antre beli makanan
  • Antre beli minuman
  • Antre masuk festival
  • Antre sembako murah
  • dan lain sebagainya

Mengapa Bukan Antri?

Karena, antre merupakan kata serapan dari bahasa asing (Bahasa Belanda) yakni aantreden.

Aantreden artinya lebih menjurus kepada berbaris (dalam militer).

Biasanya, banyak orang yang menulis atau menyatakan antri, karena memang hampir sulit untuk dibedakan pengucapannya. Padahal, hal tersebut merupakan kejadian yang salah.

Contoh Penulisan Antre

Berikut ini, kami sediakan 13 contoh kalimat tentang antre, agar pemahaman tentang antre bisa jauh lebih jelas lagi.

  1. Dalam penerapan MRT di Jakarta, banyak yang kesal karena masyarakatnya susah untuk mengantre.
  2. Warga rela berlama-lama antre, demi dapatkan sembako murah dari pemerintah.
  3. Demi menghindari antre panjang, pemilih diimbau agar tak mengurus A5 secara mendadak.
  4. Masyarakat mengantre tiket Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sejak dinihari.
  5. Mengapa banyak orang malas mengantre? Ada apa?
  6. Budaya orang Indonesia adalah tertib, salah satunya tertib dalam antre.
  7. Pasien terpaksa mengantre lama di bank, karena sistem sedang gangguan.
  8. Antisipasi mudik lebaran, pemudik rela antre di awal waktu.
  9. Pakar psikologi mengungkap jika milenial yang tak tahu budaya antre adalah hal yang biasa, mengingat budaya positifnya mulai tergerus akibat budaya asing.
  10. Ratusan pelamar yang lolos CPNS harus antre lama dan panjang untuk mengambil SK CPNS.
  11. Suporter sepak bola rela mengantre sejak subuh, demi mendapatkan tiket pertandingan Timnas Indonesia.
  12. Terjadi krisis air bersih, puluhan warga rela antre sejak dini hari.
  13. Belasan emak-emak antre berjam-jam demi sembako dan berujung rebutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *