Akte atau Akta?

Kata baku akte atau akta? Manakah penulisan yang tepat, sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)?

Sedangkan itu, bagaimanakah penulisan yang baik dan benar itu? Apakah akte atau akta?

Dibandingkan harus bingung dan berpikir terlalu lama, mari kita cari tahu jawaban secara lebih lengkap mengenai “akte atau akta“, berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan disertai oleh contoh penjelasannya.

Maka dari itu, di lain waktu kita takkan lagi salah kaprah dalam meneja atau menuliskannya ulang.

Akte atau Akta?

Akte atau Akta?
Akte atau Akta?

Menurut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata baku yang tepat dan sesuai ialah akta, bukan akte.

Mungkin, selama ini, kita seringkali salah dalam mengucapkan atau menuliskan kata tersebut. Padahal, seharusnya yang benar ialah akta, namun kita malah menuliskannya dengan akte.

Pengertian Akta Menurut KBBI

Akta menurut KBBI adalah surat tanda bukti yang berisi pernyataan (ketrangan, pengakuan, keputusan, dan sebagainya) tentang peristiwa hukum yang dibuat menurut peraturan yang berlaku, disaksikan dan disahkan oleh pejabat resmi.

Pengertian Akta secara Umum

Secara umum, akta adalah surat yang dibuat sedemikian rupa oleh atau di hadapan pegawai yang berwenang, sebagai barang bukti yang cukup bagi kedua belah pihak dan ahli warisnya, maupun berkaitan terhadap pihak yang lain sebagai hubungan hukum, mengenai segala hal yang disebutkan di dalam surat tersebut, sebagai pemberitahuan hubungan langsung dengan perihal akta tersebut.

Banyak sekali jenis atau contoh akta, meliputi :

  • Akta kelahiran
  • Akta notaris
  • Akta pendirian PT
  • Akta perkawinan
  • Akta tanah
  • dan lain sebagainya

Mengapa Bukan Akte?

Karena, jika menurut asal-usul kata, maka bisa diketahui jika kata akta diserap dari kata dalam bahasa Inggris, yakni act.

Bentuk act ini apabila menurut kaidah penyerapan kata ke dalam bahasa Indonesia, bisa dilakukan dengan cara mengganti huruf konsonan /c/ dengan huruf konsonan /k/ dan membubuhkan huruf vokal /v/ di akhir kata tersebut. Sehingga, terbentuklah kata akta.

Hal ini mirip seperti legend. Jika diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka akan berubah menjadi legenda.

Senada pula dengan norm. Apabila diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka akan berubah menjadi norma.

Contoh Penulisan Akta

Berikut ini, kami sediakan sebanyak 10 contoh kalimat mengenai akta, sehingga pemahaman mengenai akta bisa jauh lebih banyak dan lebih luas lagi.

  1. Rumah Sakit Pelni memberikan fasilitas pembuatan akta kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak) bagi bayi yang baru lahir.
  2. Meksiko perintahkan warganya yang mengubah jenis kelamin bisa memperoleh akta lahir baru.
  3. Warga nekat membakar Kantor Desa Malongi-longi, Pinrang, Sulawesi Selatan, karena kesal mengurus akta jual beli (AJB) tak kunjung kelar.
  4. Jika akta dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) hilang akibat banjir, Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) siap membantu.
  5. Kepengurusan akta kelahiran di Bantul, sekarang bisa dilakukan secara online.
  6. Jumlah permohonan pembuatan akta kelahiran di Kabupaten Bogor menurun.
  7. Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kota Tangerang Selatan meluncurkan akta kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak) Braille.
  8. Sesuai isi akta perdamaian yang sudah disepakati di PN (Pengadilan Negeri) Bale Bandung, Pasar Ciwidey segera dibangun.
  9. Permohonan akta kelahiran di daerah Bandung Barat kian meningkat.
  10. Diduga lakukan pungli (pungutan liar) akta jual beli, oknum Lurah Kalibaru, Depok, terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *