Pengertian Akronim

Untuk mempermudah mengeja atau mengucap, terkadang manusia membutuhkan singkatan.

Singkatan tersebut selain berguna untuk mempermudah mengeja, namun juga berguna untuk menyingkat banyak kata menjadi 1 kata saja.

Sementara itu, ada istilah yang namanya akronim.

Bagi yang baru tahu atau baru pernah mendengarnya, akronim terkesan asing di telinga.

Maka dari itu, mari kita bersama untuk belajar melihat secara jauh atau lebih dalam mengenai pengertian akronim dan seluk-beluknya.

Pengertian Akronim

Pengertian akronim
Pengertian akronim

Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Salah satu contoh dari akronim adalah NKRI yang merupakan singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengenai masalah akronim ini sendiri dalam perspektif atau pandangan ilmu bahasa dan aplikasinya (penerapan) di dalam teknologi informasi, sudah dijelaskan oleh Zahariev.

Macam-macam Akronim

Macam-macam akronim
Macam-macam akronim

Akronim itu sendiri terdiri atas sebanyak 3 macam, sebagai berikut.

1. Akronim dari Gabungan Setiap Huruf pada Awal Kata

Akronim juga bisa didapatkan dari gabungan huruf pada awal kata. Akan tetapi, penulisan akronim ini semuanya harus ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

Contoh akronim dari gabungan setiap huruf pada awal kata :

AkronimKepanjangan
BEMBadan Eksekutif Mahasiswa
BPSBadan Pusat Statistik
KTPKartu Tanda Penduduk
LSILembaga Survei Indonesia
NKRINegara Kesatuan Republik Indonesia
OSISOrganisasi Siswa Intra Sekolah
RRIRadio Republik Indonesia
SIMSurat Izin Mengemudi
STNKSurat Tanda Nomor Kendaraan
TNITentara Nasional Indonesia

Contoh kalimat :

  • BEM Universitas mencoba mengajak mahasiswa kampus untuk ikut andil dalam pemilu (pemilihan umum) yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali.
  • Bagi yang sudah berusia 17 tahun, seseorang yang hidup di negara Indonesia wajib memiliki KTP.
  • SIM A digunakan untuk mengemudikan mobil yang bebannya tidak melebihi 3500 kg, SIM B1 digunakan untuk mengemudikan mobil yang bebannya lebih dari 3500 kg, SIM B2 digunakan untuk mengemudikan kendaraan alat berat, SIM C digunakan untuk mengemudikan sepeda motor, dan SIM D digunakan untuk mengemudikan kendaraan khusus penyandang cacat.

2. Akronim dari Gabungan Suku Kata (Berupa Nama Diri)

Akronim ini didapatkan dari penggalan suku kata di setiap kata. Akronim ini sendiri penulisan yang sesuai hanya kapital di awal saja.

Contoh akronim dari gabungan suku kata :

AkronimKepanjangan
BrimobBrigade Mobil
CapresCalon Presiden
CawapresCalon Wakil Presiden
GudepGugus Depan
HansipPertahanan Sipil
MayjenMayor Jenderal
ParpolPartai Politik
PemkabPemerintah Kabupaten
PemkotPemerintah Kota
PemprovPemerintah Provinsi

Contoh kalimat :

  • Capres dan Cawapres tengah berkampanye di beberapa titik, untuk menggaet suara masyarakat.
  • Anies Baswedan rombak ribuan pejabat Pemprov DKI Jakarta.
  • Ribuan Hansip siap diterjunkan untuk mengawal Pemilu 2019 di masing-masing TPS.

3. Akronim dari Gabungan Suku Kata (Bukan Berupa Nama Diri)

Akronim ini diperoleh dari penggalan suku kata di setiap kata. Akronim ini ditulis dengan huruf kecil.

Contoh akronim dari gabungan suku kata :

AkronimKepanjangan
AmdalAnalisis Dampak Lingkungan
AsbunAsal Bunyi
JurdilJujur dan Adil
MarkusMakelar Kasus
PemiluPemilihan Umum
RapimRapat Pimpinan
RudalPeluru Kendali
SinetronSinema Elektronik
SurelSurat Elektronik
WajarWajib Belajar

Contoh kalimat :

  • Jadi orang jangan asbun, nanti tidak disukai oleh banyak orang dan malah banyak yang membenci.
  • Tontonan televisi Indonesia di era modern sekarang ini didominasi oleh tayangan sinetron yang kurang mendidik.
  • Wajar 9 tahun di Indonesia sebagai salah satu program dari pemerintah sebagai wujud pemerataan pendidikan dasar.

Akronim Pendek Bisa Sama, Akronim Panjang Bisa Menyulitkan

Akronim bisa jadi menyulitkan
Akronim bisa jadi menyulitkan

Jika ditelaah secara lebih lanjut, akronim selain membantu juga ternyata bisa menyulitkan bagi siapa saja.

1. Akronim yang Terlalu Pendek

Akronim yang terlalu pendek cenderung kurang disukai, karena beresiko ditemui akronim yang sama, namun maknanya berbeda.

Contoh akronim yang terlalu pendek, dengan berbeda makna :

  • HP, bisa Handphone, bisa juga Hewlett-Packard (perusahaan teknologi informasi)
  • KK, bisa Kartu Keluarga, bisa juga Kepala Keluarga
  • TI, bisa Teknik Informatika, bisa juga Teknologi Informasi

2. Akronim yang Terlalu Panjang

Akronim yang terlalu panjang juga cenderung kurang disukai, karena menyulitkan seseorang untuk mengeja dan mengucapkannya saat berada di depan publik.

Contoh akronim yang terlalu panjang, yang cukup sulit diucapkan, seperti :

  • Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi)
  • Kemenpolhukam (Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
  • Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)

Tulis Komentar

Sisipkan email aktif Anda, agar Anda mendapatkan notifikasi saat menerima balasan dari kami :)