Pengertian Akreditasi

Dalam menentukan sekolah atau perguruan tinggi, pasti orang tua menginginkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di bangku yang berkualitas dan terpercaya.

Sekarang ini, banyak sekolah yang beredar luas di masyarakat, di mana orang tua berlomba-lomba mendaftarkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di sekolah yang berkualitas, agar anaknya bisa mendapatkan materi dan pembelajaran yang mumpuni.

Yang menjadi salah satu patokan berkualitas (berbobot) atau tidaknya, bisa dilihat dari segi akreditasi sekolah atau perguruan tinggi itu sendiri.

Sebagian besar masyarakat Indonesia, masih menganggap jika akreditasi menjadi hal yang penting dan wajib diperhatikan.

Mengingat, sekolah yang terakreditasi A, menurut kebanyakan masyarakat, banyak membuahkan lulusan yang berjiwa hebat, karena sumber daya yang dimiliki di dalamnya bisa dikatakan memadai, atau malah lebih dari cukup.

Mengenai hal tersebut, mari kita mengulas lebih dalam mengenai pengertian akreditasi pada sekolah dan perguruan tinggi secara lebih mendalam.

Pengertian Akreditasi

Akreditasi
Akreditasi, via ise.ncsu.edu

Pengertian Akreditasi secara Umum

Lembaga pendidikan
Lembaga pendidikan, via perpusku.com

Akreditasi merupakan suatu bentuk atau wujud pengakuan pemerintah terhadap lembaga pendidikan.

Apabila sekolah atau perguruan tinggi yang berhasil lolos akreditasi, maka nantinya akan mendapatkan sertifikat akreditasi.

Sertifikat akreditasi biasanya berlaku selama 5 tahun ke depan dan harus selalu diperbaharui apabila waktu tenggatnya sudah hampir habis, agar tidak melampaui tanggal kedaluwarsa.

Pengertian Akreditasi Menurut KBBI

Akreditasi menurut KBBI
Akreditasi menurut KBBI, via goodnewsfromindonesia.id
  1. Pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu
  2. Pengakuan oleh suatu jawatan tentang adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya

Akreditasi sebagai Standar Jaminan Mutu

Standar jaminan mutu
Standar jaminan mutu, via regtechassociation.org

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1961, di Indonesia, akreditasi diberikan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hasil dari akreditasi itu sendiri meliputi sebanyak 3 tingkatan status, yaitu :

  • Terdaftar
  • Diakui
  • Disamakan

Kegiatan akreditasi ini diharapkan bisa menjadi pendorong dan penyemangat bagi sekolah atau perguruan tinggi, untuk mengembangkan pendidikan sesuai standar jaminan mutu.

Sehingga, lembaga pendidikan tersebut mampu menciptakan suasana yang kondusif terhadap perkembangan pendidikan yang diajarkan kepada anak didiknya.

Dengan demikian, sekolah bisa terus berusaha untuk mendapatkan standar jaminan mutu yang diharapkan, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Banyak yang Terakreditasi, Banyak Juga yang Belum Terakreditasi

Sekolah Menengah Atas (SMA)
Sekolah Menengah Atas (SMA), via inovasee.com

Hal inilah yang rasanya menjadi salah satu acuan atau tolok ukur penting bagi calon peserta didik atau orang tua sebelum mendaftarkan anaknya ke sekolah yang nantinya akan dimasuki.

Calon peserta didik dan orang tua setidaknya harus peka terhadap masalah akreditasi ini.

Karena, akreditasi sekolah atau perguruan tinggi tentu sangat erat kaitannya terhadap kualitas belajar dan jaminan mutu dari suatu lembaga pendidikan.

Walupun banyak sekolah atau perguruan tinggi yang sudah terakreditasi, namun tidak sedikit juga yang belum terakreditasi.

Apalagi, jika lembaga pendidikan tersebut baru didirikan. Maka butuh waktu, kurang lebih 2 tahun untuk bisa mengikuti alur akreditasi yang dilaksanakan di Indonesia.

Yang lebih menakutkannya lagi, jika sekolah atau perguruan tinggi belum memperoleh sertifikat akreditasi, maka bisa dianggap ijazah dari lulusannya adalah ijazah yang ilegal (tidak sah).

Dengan ijazah yang ilegal ini, menyulitkan lulusan untuk mencari pekerjaan, apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan di lingkungan pemerintah.

Jadi, jangan pernah menyepelekan soal akreditasi ini, karena kegunaannya sangat penting bagi kehidupan setelah lulus nantinya.

Apa Perbedaan Akreditasi Sekolah dan Perguruan Tinggi?

Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi, via bppk.kemenkeu.go.id

Jika dilihat dengan seksama, akreditasi sekolah dan perguruan tinggi memiliki perbedaan yang begitu signifikan.

Baik itu mulai dari standar penilaian, bahkan naungan akreditasi itu sendiri juga wilayahnya sudah dibatasi. Beberapa perbedaannya akan dijelaskan di poin berikut ini.

Akreditasi Sekolah

  • Biasanya dinamakan dengan BAN SM (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah)
  • Berada di bawah naungan dari Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Meliputi sekolah dasar dan sekolah menengah yang ada di seluruh Indonesia
  • Situs web yang dimiliki https://bansm.kemdikbud.go.id/

Akreditasi Perguruan Tinggi

  • Biasanya dinamakan dengan BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi)
  • Berada di bawah naungan dari Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
  • Meliputi perguruan tinggi, seperti akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, hingga universitas
  • Situs web yang dimiliki https://banpt.or.id/

Baca juga :
Pengertian Akreditasi A, B, C, dan Belum Terakreditasi

Kesimpulan

Akreditasi
Akreditasi, via windsor.edu

Jadi, akreditasi merupakan suatu bentuk pengakuan dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan, baik itu negeri ataupun swasta.

Perlu diketahui, akreditasi itu sendiri memiliki sertifikat. Sertifikat akreditasi pada sekolah (jurusan dan institusi) dan pada perguruan tinggi (program studi dan institusi).

Sertifikat akreditasi yang dimiliki hanya berlaku selama 5 tahun ke depan. Jika masa akreditasi habis atau hampir habis, maka lembaga pendidikan wajib melakukan akreditasi ulang, biasa dinamakan denganre-akreditasi.

Apabila peserta didik bersekolah di sekolah dengan jurusan akreditasi B, maka nantinya ijazah yang didapatkan juga dari jurusan akreditasi B. Begitu juga halnya dengan mahasiswa yang diwisuda.

Jika kalian lulus tahun 2019 masih dengan akreditasi B, namun di tahun 2020 sudah akreditasi A, yang dipakai tetaplah akreditasi B, karena sesuai dengan tahun lulus dari peserta didik atau mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *