Pengertian Akreditasi A, B, C, dan Belum Terakreditasi

Saat kita melihat suatu lembaga pendidikan, baik itu sekolah ataupun perguruan tinggi, pasti terpampang juga kata “akreditasi“.

Biasanya, yang sering kita jumpai, akreditasi tersebut berupa :

  • Akreditasi A
  • Akreditasi B
  • Akreditasi C
  • Belum terakreditasi

Ternyata, semua itu bukanlah suatu pajangan saja, melainkan ada hal penting di dalamnya yang mendasari akan keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam memperoleh akreditasi yang terbaik.

Kriteria penilaian dalam sebuah akreditasi lembaga pendidikan tak hanya menyoal pengelolaan secara internal saja, melainkan juga secara eksternal.

Maka dari itu, mari kita membahas mengenai pengertian akreditasi A, B, C, dan belum terakreditasi secara lebih lengkap sesuai dengan standar yang ada.

BabNoDaftar Isi
Bab 1Pengertian Akreditasi
Bab 2Pengertian Akreditasi A, B, C, dan Belum Terakreditasi
1.Pengertian Akreditasi A, B, C, dan Belum Terakreditasi pada Sekolah/Madrasah
2.Pengertian Akreditasi A, B, C, dan Belum Terakreditasi pada Perguruan Tinggi

Pengertian Akreditasi A, B, C dan Belum Terakreditasi

BAN SM dan BAN PT
BAN SM dan BAN PT

Mengacu pada persoalan akreditasi itu sendiri yang sudah dibahas, masing-masing ada ruang lingkupnya.

BAN SM (Badan Akreditasi Nasional Sekolah Menengah) mengurusi Sekolah dan Madrasah, dan BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) mengurusi lembaga Pendidikan Tinggi.

Pengertian Akreditasi A, B, C dan Belum Terakreditasi pada Sekolah/Madrasah

BAN SM
BAN SM
  • Peringkat akreditasi A (Unggul), apabila sekolah atau madrasah berhasil mendapatkan Nilai Akhir Akreditasi (NA), sebesar 91 hingga 100 (91 <= NA <= 100).
  • Peringkatakreditasi B (Baik), apabila sekolah atau madrasah berhasil mendapatkan Nilai Akhir Akreditasi (NA), sebesar 81 hingga 90 (81 <= NA <= 90).
  • Peringkat akreditasi C (Cukup Baik), apabila sekolah atau madrasah berhasil mendapatkan Nilai Akhir Akreditasi (NA), sebesar 71 hingga 80 (71 <= NA <= 80).
  • Sekolah atau madrasah dinyatakan tidak terakreditasi, apabila tidak memenuhi beberapa kriteria, meliputi : Nilai Akhir Akreditasi kurang dari 71, nilai komponen standar sarana dan prasarana kurang dari 61, dan nilai komponen standar di bawah 50.

Semua peringkat akreditasi tersebut, didapatkan dari 8 komponen akreditasi sekolah atau madrasah.

Berikut ini 8 komponen akreditasi sekolah atau madrasah :

  1. Standar isi
  2. Standar proses
  3. Standar kompetensi lulusan
  4. Standar pendidik dan tenaga kependidikan
  5. Standar sarana dan prasarana
  6. Standar pengelolaan
  7. Standar pembiayaan
  8. Standar penilaian pendidikan

Disadur dari Pedoman Akreditasi BAN SM 2018 rev2.

Pengertian Akreditasi A, B, C, dan Belum Terakreditasi pada Perguruan Tinggi

BAN PT
BAN PT
  • Peringkat akreditasi A (Unggul), apabila program studi atau perguruan tinggi berhasil mendapatkan Nilai Akhir Akreditasi (NA), sebesar 361 hingga 400.
  • Peringkatakreditasi B (Baik Sekali), apabila program studi atau perguruan tinggi berhasil mendapatkan Nilai Akhir Akreditasi (NA), sebesar 301 hingga 360.
  • Peringkat akreditasi C (Baik), apabila program studi atau perguruan tinggi berhasil mendapatkan Nilai Akhir Akreditasi (NA), sebesar 200 hingga 300.
  • Program studi atau perguruan tinggi dinyatakan tidak terakreditasi, apabila Nilai Akhir Akreditasi (NA) di bawah 200.

Semua peringkat akreditasi program studi dan perguruan tinggi tersebut, didapatkan dari 9 Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi versi 3.0.

Berikut ini 9 Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi:

  1. Visi, misi, tujuan, dan strategi
  2. Tata pamong, tata kelola, dan kerja sama
  3. Mahasiswa
  4. Sumber daya manusia
  5. Keuangan, sarana, dan prasarana
  6. Pendidikan
  7. Penelitian
  8. Pengabdian kepada masyarakat
  9. Luaran, dan capaian tridharma

Disadur dari Pendampingan Akreditasi 2015 AIPT Djoko Suhardjanto dan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi versi 3.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *