Abstrak

  • Dalam karya tulis ilmiah, abstrak sangat berbeda dengan pendahuluan
  • Abstrak mampu memberikan gambaran jelas kepada para pembaca

Dalam kegiatan belajar atau edukasi, pasti pelajar atau mahasiswa takkan pernah luput dari yang namanya karya tulis atau bahkan karya ilmiah.

Karya tulis tersebut dibuat bukan tanpa tujuan, melainkan memberikan pengajaran berbasis data dan fakta yang ada di lapangan.

Jadi, materi tidak hanya didapat dari teori saja, melainkan juga melakukan praktiknya secara langsung atas hal yang diteliti.

Mengenai hal tersebut, setelah melakukan kegiatan penelitian, biasanya akan dituangkan dalam sebuah tulisan, yang dinamakan karya ilmiah.

Dari karya ilmiah tersebut, seringkali dijumpai abstrak. Sebenarnya, apa pengertian abstrak tersebut?

Pengertian Abstrak

Karya tulis
Karya tulis

Secara singkatnya, abstrak adalah gambaran jelas tentang hasil studi atau hasil penelitian yang telah diperoleh dari kegiatan penelitian tersebut.

Sedangkan dalam konteks yang lebih lengkap, abstrak merupakan ringkasan singkat dari suatu penelitian, jurnal, prosiding, dan lain sebagainya mengenai subjek tertentu, yang digunakan untuk membantu para pembaca secara cepat mengenai penelitian yang dilakukan dan bagaimana hasil yang didapatkan.

Abstrak biasanya diletakkan di bagian pertama atau halaman utama. Bahkan, abstrak ini menjadi sangat berguna.

Mengapa sangat berguna? Pembaca bisa mengetahui penelitian dan hasil penelitian tersebut, tanpa harus membaca seluruh laporannya.

Dalam beberapa kasus, abstrak menjadi alat yang penting bagi mereka yang meneliti, yang mana harus mengumpulkan dan mengelompokkannya ke dalam bidang studi sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

Tujuan Abstrak

Tujuan adanya abstrak untuk mengkomunikasikan penelitian yang kompleks, dengan menjadikannya secara ringkas dan jelas.

Abstrak tersebut memungkinkan seseorang dalam melakukan penyaringan terhadap beberapa penelitian, agar bisa relevan sesuai dengan apa yang diteliti.

Fungsi Abstrak

Abstrak memiliki 3 fungsi penting dalam suatu karya ilmiah, mencakup :

1. Komponen Utama Hasil Penelitian

Abstrak menjadi salah satu komponen utama alias komponen penting dalam sebuah penelitian.

Dengan adanya abstrak pada suatu penelitian, pembaca bisa mengetahui mengenai inti atau hasil dari laporan penelitian tersebut, tanpa harus membaca keseluruhan isi laporan.

2. Gambaran Umum yang Bersifat Jelas

Abstrak juga dijadikan sebagai gambaran umum dan jelas mengenai isi laporan penelitian yang telah dibuat, dalam tulisan yang ringkas atau singkat.

Dengan demikian, abstrak memudahkan pembaca dalam mempelajari isi dari laporan penelitian tersebut.

3. Bahan Pertimbangan bagi Pembaca

Abstrak bisa membantu pembaca untuk mempertimbangkan pembaca, akankah membaca laporan secara sekilas atau keseluruhan.

Karena pada dasarnya, di dalam abstrak sendiri sudah terdapat intisari yang bisa diambil kesimpulan.

Pembaca bisa tahu apakah laporan ini cocok atau tidak untuk dibaca, sesuai dengan bidang studi dan minatnya masing-masing, melalui abstrak tersebut.

Jenis Abstrak

Dalam jenisnya, abstrak memiliki 2 jenis atau macam, yaitu :

1. Abstrak Informatif

Abstrak informatif atau disebut juga dengan abstrak lengkap adalah ringkasan secara lengkap mengenai hal yang dibahas, latar belakang, tujuan, metodologi, hasil, dan kesimpulan yang didapat.

Biasanya, abstrak ini merangkum struktur penelitian, topik utama, dan poin penting yang dibahas.

Lebih singkatnya :

  • Termasuk tujuan, metode, ruang lingkup, dan hasil yang didapat

2. Abstrak Deskriptif

Abstrak deskriptif atau disebut juga dengan abstrak terbatas atau abstrak indikatif adalah ringkasan secara singkat, tanpa menyelidiki lebih dalam isi atau pokok bahasan yang diteliti.

Lebih singkatnya :

  • Termasuk tujuan, metode, ruang lingkup, namun tidak menyertakan hasil, kesimpulan, dan rekomendasi

Lalu, jenis abstrak mana yang harus digunakan?

Konsultasikan dengan pembimbing kamu atau bisa juga merujuk pada instruksi atau ketentuan yang telah diberikan.

Atau jika bingung, sederhananya, jika singkat kurang dari 150 kata masuk ke dalam abstrak deskriptif dan jika lebih dari 150 kata masuk ke dalam abstrak informatif.

Struktur Abstrak

Dalam penulisan abstrak, biasanya akan diuraikan sebanyak 4 macam poin penting, meliputi :

  1. Fokus penelitian, yakni masalah yang dibahas
  2. Metode penelitian yang digunakan, akankah menggunakan penelitian eksperimen, studi kasus, kuisioner, dan lain sebagainya
  3. Hasil atau temuan penelitian, hasil yang didapatkan setelah melakukan kegiatan penelitian
  4. Kesimpulan, kesimpulan dari kegiatan penelitian tersebut yang disampaikan kepada pembaca

Biasanya, dalam beberapa kasus, jumlah kata dalam abstrak bervariasi. Biasanya, jumlah kata berkisar antara 100 – 500 kata.

Akan tetapi, sangat jarang ditemukan abstrak lebih dari 1 halaman.

Panjang Abstrak

Pada umumnya, abstrak terdiri atas 100 kata sampai 200 kata saja. Dalam beberapa kasus, terdiri atas 200 kata sampai 250 kata. Bahkan, ada juga yang kurang dari 100 kata.

Dalam Indexing and Abstracting in Theory and Practice, W. L. Lancaster menuliskan setidaknya terdapat 7 faktor yang bisa mempengaruhi panjang abstrak, seperti :

  1. Panjang dokumen
  2. Kompleksitas materi yang diangkat
  3. Keragaman materi
  4. Pentingnya item untuk organisasi dalam menyiapkan abstrak
  5. Aksesibilitas materi
  6. Biaya abstrak
  7. Tujuan

Cara Menulis Abstrak

Sebelum menuliskan abstrak, kamu harus paham betul jika abstrak dibuat untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut :

  • Mengapa?
  • Bagaimana?
  • Apa yang harus dilakukan?

Tidak hanya itu saja, dalam menulis abstrak juga harus mengandung kata kunci penting yang merujuk pada penelitian yang dilakukan.

Perlu diketahui, banyak karya ilmiah yang mengikuti struktur IMRaD.

IMRaD adalah kepanjangan dari Introduction, Methods, Research, and Discussion, yang mana menjadi format umum dalam penulisan artikel ilmiah.

Mengacu sesuai dengan standar dari IMRaD, abstrak biasanya akan ditulis dalam :

  • 25% digunakan untuk membahas mengenai tujuan dan pentingnya penelitian (pendahuluan)
  • 25% digunakan untuk membahas hal apa saja yang dilakukan (metode)
  • 35% digunakan untuk membahas temuan-temuan berdasarkan data dan fakta di lapangan (hasil)
  • 15% digunakan untuk membahas implikasi

Dalam menulis abstrak, tidak boleh dengan menyertakan :

  • Akronim
  • Gambar
  • Grafik
  • Jargon
  • Tabel

Contoh Abstrak

Berikut ini beberapa contoh abstrak yang dirangkum dari jurnal dan prosiding, mengenai masing-masing bidang studi atau minat.

1. Jurnal

Informasi jurnal :

  • Judul : Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Fisik dan Psikis Memasuki Masa Menopause
  • Pengarang : Cynthia Ramadhan Asriati, Merry Wijaya, Sefita Aryuti Nirmala, Sharon Gondodiputro, dan Lina Rahmiati
  • Program studi : D4 Kebidanan, Fakultas Kedokteran
  • Perguruan Tinggi : Universitas Padjadjaran
  • Bidang studi atau minat : Kesehatan
Contoh abstrak jurnal kesehatan
Contoh abstrak jurnal kesehatan

2. Prosiding

Informasi prosiding :

  • Judul : Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Penyakit Gigi Berbasis Android dengan Metode Waterfall
  • Pengarang : Ari Syaripudin dan Boby Nugraha Heryanto
  • Program studi : S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik
  • Perguruan Tinggi : Universitas Pamulang
  • Bidang studi atau minat : Informatika
Contoh abstrak prosiding informatika
Contoh abstrak prosiding informatika

Pentingnya Abstrak

Abstrak mempunyai peranan yang sangat penting, terlebih lagi jika tercantum di dalam internet, tanpa akses atau sumber terbuka (berbayar).

Sehingga, dengan membaca abstrak ini, para pembaca bisa mengetahui informasi apa yang diberikan dan dijelaskan di dalamnya.

Jika abstrak tersebut cocok sesuai minat dan bidang studi, maka pembaca bisa mulai membacanya. Akan tetapi, jika tidak, pembaca bisa mencari karya ilmiah yang lainnya.

Bingung saat menjumpai abstrak dan pendahuluan? Berikut ini perbedaan abstrak dan pendahuluan yang harus kamu ketahui.

Kesimpulan

Apa pengertian abstrak?

Secara singkat, abstrak adalah gambaran jelas mengenai hasil studi atau penelitian yang telah dilakukan.

Apa saja ketentuan penulisan abstrak?

Dituliskan antara 200 – 250 kata, informasi singkat dan jelas, serta gunakan frasa dan kata kunci.

Apa saja yang harus dimuat dalam abstrak?

Sesuai standar IMRaD, yang harus dimuat dalam abstrak adalah pentingnya penelitian, metode yang digunakan, temuan yang ditemukan (hasil), dan implikasi.

Apa saja jenis abstrak?

Jenis abstrak ada 2, yakni abstrak informatif dan abstrak deskriptif.

Karya tulis
Karya tulis

Biasanya, panjang abstrak berkisar antara 100 – 500 kata. Akan tetapi, kebanyakan hanya setengah halaman dan sangat jarang yang hampir 1 halaman atau bahkan lebih.

Penulisan abstrak yang baik juga sebisa mungkin mengacu sesuai dengan standar IMRaD (Introduction, Methods, Research, and Discussion).

Pada intinya, abstrak selain penting dalam sebuah karya tulis ilmiah, juga menjadi penting bagi para pembaca, sehingga bisa mengetahui informasi secara awal dengan jelas mengenai apa yang akan dibeberkan di dalam karya tulis ilmiah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *