Abrasi

Terjadinya abrasi yang secara terus-menerus bisa membahayakan masyarakat di pesisir pantai.

Bahkan, tebing di pesisir pantai, kian hari kian habis, bisa hanyut terbawa oleh arus pasang surut yang terjadi.

Apabila tidak dilakukan langkah yang benar dan tepat, maka abrasi tersebut membuat tebing di pesisir pantai runtuh, bahkan membuat nyawa masyarakat di sekitar terancam.

Membahas mengenai abrasi, sebenarnya apa itu pengertian abrasi? Mengapa abrasi ini terbilang berbahaya bagi manusia?

Pengertian Abrasi

Pengertian Abrasi
Pengertian Abrasi, via wartabromo.com

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang memiliki sifat merusak.

Bisa dikatakan jika abrasi ini disebut juga dengan erosi pantai.

Banyak hal yang bisa memicu terjadinya abrasi, meliputi :

  • Faktor alam. Faktor alam yang bisa menyebabkan terjadinya abrasi adalah pasang surut air laut, angin di atas lautan, gelombang laut, dan arus laut yang bersifat merusak.
  • Faktor manusia. Beberapa perilaku manusia yang bisa menyebabkan abrasi, seperti eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia terhadap kekayaan sumber daya laut, seperti ikan, terumbu karang, dan berbagai macam biota yang lainnya.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya abrasi ialah dengan melakukan penanaman hutan mangrove.

Akibat Terjadi Abrasi

Akibat Terjadi Abrasi
Akibat Terjadi Abrasi, via rencongpost.com

Akibat terjadi abrasi ini bisa menyebabkan pantai menggetarkan batuan ataupun tanah yang berada di pinggir pantai, lama-kelamaan berpisah dengan daratan.

Proses terjadinya abrasi yakni di saat angin yang bergerak di laut menimbulkan arus dan gelombang yang mengarah ke pantai. Apabila proses ini berlangsung dengan waktu yang lama, maka bisa mengikis pinggiran pantai.

Sementara itu, kekuatan gelombang terbesar terjadi saat badai.

Fakta Abrasi di Indonesia

Abrasi di Indonesia
Abrasi di Indonesia, via sda.pu.go.id

Selama beberapa tahun terakhir, garis pantai di beberapa daerah di Indonsia mengalami penyempitan yang terbilang cukup memprihatinkan.

Salah satu contohnya, seperti yang terjadi di daerah pesisir pantai wilayah kabupaten Indramayu.

Abrasi yang terjadi di kabupaten di Jawa Barat tersebut bisa menenggelamkan daratan antara 2 sampai 10 meter per tahunnya. Bahkan, dari panjang pantai 114 kilometer, telah tergerus hampir setengahnya, yakni 50 kilometer.

Fakta yang terjadi di lapangan, hanya ada 1 dari 10 kecamatan yang aman dari persoalan abrasi, yakni kecamatan Cantigi.

Hal ini dikarenakan kecamatan Cantigi adalah kawasan hutan mangrove, di mana masih bisa melindungi kawasan pantai dari terjadinya abrasi.

Sebenarnya, kejadian di Kabupaten Indramayu hanya salah satu dari sekian kasus abrasi yang terjadi di Indonesia.

Jika hal tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius, maka dikhawatirkan dalam jangka waktu yang tak lama, beberapa pulau dengan memiliki permukaan rendah berpotensi tenggelam.

Hutan Mangrove Menjadi Solusi

Hutan Mangrove
Hutan Mangrove, via fastcompany.com

Untuk mencegah terjadinya abrasi, selain bisa mendirikan tanggul, bisa juga dengan menanam hutan mangrove.

Bahkan, hutan mangrove tersebut selain bisa melindungi kawasan pesisir dari terjangan ombak, bisa juga dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata.

Hal ini terlihat di Pandansari, Desa Kaliwingi, Brebes, di mana terdapat sekitar 20 hektar mangrove yang dijadikan sebagai ekowisata.

Keresahan masyarakat akan mangrove terjawab sudah. Mengingat, mangrove bisa melindungi terjangan ombak dan bisa dijadikan sebagai benteng pelindung tambak yang ada.

Tulis Komentar

Sisipkan email aktif Anda, agar Anda mendapatkan notifikasi saat menerima balasan dari kami :)